Roti tawar kerap kali dimakan saat makan pagi sebagai alternatif nasi. Ada berbagai tipe roti tawar yang dapat Anda menjadikan opsi, dari roti tawar putih, roti tawar yang dikasih perasa seperti cokelat atau pandan, sampai roti gandum. Setiap orang, tentu memiliki seleranya tertentu. Tetapi dari jumlahnya opsi roti tawar yang ada, yang mana sebetulnya paling sehat?
Memperbandingkan nilai nutrisi di antara roti tawar dan roti gandum
Satu tangkup roti (dua lembar roti) memiliki kalori sekitar 175 kalori. Nilai ini cuma berlaku saat Anda cuma makan rotinya saja, tanpa tambahan mentega/mentega dan topping yang lain. Jika roti tawar telah dipertambah isian seperti selai atau meises, pasti kalorinya bertambah sesuai jumlahnya isian itu.
Berbeda kembali jumlah kalori di antara roti putih dengan roti tawar yang telah memiliki seperti rasa pandan atau cokelat. Roti “tawar’ ini pasti memiliki jumlah kalori lebih banyak karena memiliki kandungan perasa dan gula tambahan dibanding roti tawar putih biasa.
Lalu, bagaimana dengan roti yang dibuat dari gandum? Satu tangkup roti gandum punyai kalori sekitar 138 kalori. Dapat diambil kesimpulan jika kalori roti tawar gandum lebih kecil dariada tipe roti yang lain, hingga lebih pas untuk Anda yang kurangi konsumsi kalori.
Roti ialah sumber karbohidrat alternatif nasi yang memiliki kandungan index glikemik. Nilai index glikemik ialah penghitungan berapa cepat makanan untuk diganti jadi gula darah. Index glikemik tinggi membuat kandungan gula darah cepat naik, hingga cukup beresiko untuk pasien diabetes.
Lantas, roti yang mana memiliki kandungan nilai index glikemik terendah? Antara semua tipe roti itu, roti yang memiliki tambahan hotbreadsmddc.com rasa didalamnya, seperti roti pandan atau cokelat, memiliki nilai index glikemik yang tertinggi karena tambahan gulanya.
Dalam pada itu, nilai IG roti gandum lebih rendah dibanding roti tawar biasa. Roti gandum memiliki kandungan nilai glikemik sekitaran 49 per 100 g. Roti putih umumnya memiliki kandungan nilai index glikemik sampai 80.
Tetapi terkadang nilai IG tidak demikian mempengaruhi kecepatan pencernaan seorang saat memecahkan karbohidrat roti. Sebuah riset yang diedarkan dalam jurnal Cell Metabolism mengatakan jika tanggapan kandungan gula darah dari orang yang konsumsi roti putih atau gandum hampir serupa. Walau hal ini dikuasai oleh keadaan setiap orang.
Masih dari riset di atas, diketahui jika kandungan zat nutrisi seperti vitamin dan mineral yang terdapat dalam roti tawar putih semakin sedikit daripada roti gandum. Ini dikarenakan oleh tipe roti putih itu sudah lewat proses pemrosesan lebih lama dan berkali-kali. Sementara, pada roti gandum, tetap terdapat semakin banyak serat, vitamin B, protein dan tipe lemak sehat dibanding roti putih biasa.
Lalu, apa sehat bila saya konsumsi roti gandum terus-terusan?
Walaupun memang memiliki kandungan pada vitamin, mineral, dan serat lebih banyak, tetapi tetap Anda harus atur jatah saat konsumsi tipe roti ini. Ingat, roti ini asal dari makanan paket yang sudah diproses dan tentu memiliki kandungan natrium – walaupun cuma sedikit.
Konsumsi natrium yang sering dapat membuat Anda beresiko terserang tekanan darah tinggi. Karena itu, seharusnya anekaragamkan sumber makanan dasar Anda. Jangan terus-terusan nasi atau roti gandum, Anda dapat pilih tipe sumber karbohidrat yang lain. Makin variasi menu makanan Anda, karena itu makin banyak zat nutrisi yang badan Anda peroleh.